TAM Tak Kepikiran Hadirkan Model Toyota Baleno Dan Toyota Vitara Dari India

18/04/2018 Fat Tips & trik mobil

Raksasa otomotif Jepang yang mendominasi pasar mobil di India, Maruti Suzuki sudah menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Toyota yang juga produsen otomotif terbesar di Jepang. Keduanya bakal bertukar model dan logo kendaraan untuk dipasarkan masing-masing.

Maruti Suzuki bakal memasok model Baleno Hatchback dan SUV Vitara Brezza kepada Toyota untuk dijual dengan emblem Toyota. Begitu pula sebaliknya, Toyota bakal menyuplai salah satu model terlarisnya, Corolla buat dipasarkan Suzuki dengan emblem Suzuki. Kerjasama ini bakal dilakukan tahun 2019 mendatang.

Gambar rekayasa sedan Corolla Altis berlogo Suzuki

Maruti Suzuki dan Toyota India bekerjasama saling tukar produk untuk dijual dengan logo masing-masing

Bagi Maruti Suzuki, Corolla bakal menjadi teman dari model yang sudah ada saat ini, namun bakal diletakkan dengan posisi yang lebih tinggi. Sementara Toyota dengan Baleno dan Vitara Brezza bakal memasukkan dua model andalan Suzuki tersebut di segmen menengah ke bawah bersama dengan model yang telah dipasarkan saat ini, yaitu Etios.

>>> Baca: Resmi! Etios Valco Tidak Lagi Diproduksi Di Indonesia

Berpeluang masuk ke Indonesia?

Saat disinggung mengenai kerjasama dua merek besar tersebut apakah bakal merambah ke tanah air, Toyota Indonesia memberikan tanggapan. Menurut Toyota Astra Motor (TAM) selaku distributor dan agen pemegang merek (APM) kerjasama yang dijalin Maruti Suzuki dan Toyota dengan pertukaran kedua model masing-masing sangat kecil kemungkinannya bakal merambah ke Indonesia. Meski peluang selalu terbuka, namun dengan kondisi saat ini, TAM belum kepikiran mengimpor "Toyota Baleno" maupun "Toyota Vitara Breza"

Gambar rekayasa Vitara Breza berlogo Toyota

Model pertukaran Maruti Suzuki dan Toyota India tidak akan dijual di Indonesia

Executive General Manager Toyota Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto menuturkan, Toyota di Indonesia sudah menjalin kerjasama dengan produsen lain, yaitu Daihatsu untuk mengisi segmen menengah ke bawah jauh sebelum Toyota India memutuskan untuk kerjasama dengan Maruti Suzuki. Berbagai model juga telah dilahirkan Toyota Indonesia dan Daihatsu di berbagai segmen seperti SUV, MPV maupun yang teranyar LCGC.

“Tergantung dari kebutuhan, tapi itu tergantung pasar. Di Indonesia sudah diputuskan kerja sama dengan Daihatsu, jadi kolaborasi diputuskan dari karakterisitik negara masing-masing,” tutur Soerjopranoto kepada media, Jumat (13/4/2018) lalu.

>>> Baca juga: Masuk Lima Besar Merek Terlaris di Indonesia, Suzuki Mengaku Puas

Saat ini, fokus TAM lebih tertuju buat menambah volume produksi lokal. Sebagai contoh model yang sekarang resmi diluncurkan sedang menemukan kendala, yaitu lamanya masa tunggu pengiriman unit ke konsumen disebabkan kurangnya pasokan dari pabrik.

“Kalau saya bilangnya di lokalisasi. Apakah benar mau memperbanyak impor? Saya sih bilangnya enggak, karena arah pemerintah tidak ke situ. Kami sangat suka dengan lokalisasi,” ujar Soerjo.

Gambar menunjukkan Baleno Hatchback berlogo Toyota

Berbagai gambar rekayasa beredar di media online usai pengumuman kerjasama pertukaran model Maruti Suzuki dan Toyota India 

>>> Terus ikuti perkembangan berita otomotif dan harga mobil di hargamobil.com

Share This:

Mungkin Anda mau membaca