Pasar Ekspor 2018 Diprediksi Toyota Tak Sebaik Tahun Lalu

07/02/2018 Fat Tips & trik mobil

Membaiknya perekonomian global tahun 2017 serta situasi dalam negeri tujuan ekspor yang aman menjadi faktor penting pertumbuhan pasar eskpor otomotif Indonesia. Untuk tahun 2018 ini, TMMIN tidak yakin pasar ekspor bakal lebih meningkat. Proyeksi yang ada ekspor CBU setidaknya bisa sama seperti tahun lalu.

Edward Otto Kanter selaku Wakil Presiden Direktut TMMIN menjelaskan hal tersebut. Pertumbuhan ekonomi nasional dan global memberikan harapan besar bagi kinerja pasar ekspor Toyota Indonesia tahun 2018 untuk bisa sama dengan tahun lalu atau bahkan lebih meningkat.

Pemandangan di pelabuhan saat mobil ekspor sedang diangkut ke kabin

2018 bisa lebih meningkat jika dibandingkan tahun lalu

Perkiraan lembaga keuangan dunia seperti IMF dan Bank Dunia bahwa kondisi perekonomian global tahun 2018 bakal lebih baik diharapkan jadi kenyataan. IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi global bakal meningkat hingga mencapai 3,7 persen alias lebih tinggi dari pertumbuhan tahun lalu sebesar 0,1 persen. Sedangkan Bank Dunia memprediksi laju perekonomian global tahun 2018 naik bisa menyentuh 3,1 persen atau naik 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi dalam negeri juga demikian. Produk Domestik Bruto atau PDB diperkirakan naik jadi 5,4, inflasi 3 - 4 persen dan kurs rupiah dengan USD berkisar di Rp 13.000 - Rp 13.500. Seiring dengan percepatan pembangunan berbagai sarana prasarana infrastruktur diharapkan memberikan dukungan lebih terhadap pertumbuhan ekspor tahun 2018.

>>> Mungkin Anda tertarik, DAFTAR HARGA TOYOTA PADA TAHUN 2018

“Kami harapkan hubungan dagang yang baik antara Indonesia dan negara tujuan ekspor juga dapat membantu menjaga volume ekspor kami di tahun ini,” tutur Edward, dalam keterangan resminya kepada media, Selasa (31/1/2018).

Guna menciptakan produk yang berkualitas dan bersaing di pasar ekspor, TMMIN tak hentinya melakukan upaya meningkatkan sumber daya manusia dan terus memberdayakan komponen dalam negeri. Tahun 2017 lalu sukses mendorong supplier menggunakan bahan baku non-woven material danresin polyproylene impact copolymer (plastik) produksi lokal.

sebuah mobil Toyota avalon berwarna hitam sedang berkendara di jalan umum

TMMIN terus melakukan upaya meningkatkan sumber daya manusia

Untuk tahun ini, 2018 Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) bekerja sama dengan beberapa perusahaan BUMN dalam negeri guna fokus pada penggunaan beberapa bahan baku lokal yang lain seperti baja dan alumunium.

“Peningkatan penggunaan bahan baku komponen dari produk lokal merupakan salah satu target perusahaan. TMMIN tidak hanya meningkatkan penggunaan komponen lokal, tapi juga bahan baku yang diproduksi di dalam negeri dan diharapkan dari tahun ke tahun terus meningkat,” tutur Warih Andang Tjahjono, selaku Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia.

>>> Klik di sini untuk mengupdate berita mobil terbaru!

Share This:

Mungkin Anda mau membaca

International