Ekspor Toyota Tahun 2017 Jadi Yang Terbaik Sepanjang Sejarah

07/02/2018 Fat Tips & trik mobil

Untuk kali pertamanya sejak ekspor Toyota dimulai tahun 1987 Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memecahkan rekor ekspor unit mobil CBU (Completely Built Up) atau dalam wujud utuh. Total unit yang dikirim ke mancanegara mencapai 199.600 unit pada tahun tahun 2017. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, 2016 angka ini meningkat sebesar 18 persen. Pencapaian ini cukup membanggakan pihak Toyota Indonesia walaupun sedikit meleset dari perkiraan sebelumnya sebanyak 200.000 unit.

Dari seluruh model yang diekspor tahun 2017 lalu, Fortuner jadi model paling banyak dikirim. Jumlahnya mencapai 69.700 unit sekaligus menjadi ekspor tertinggi sejak dimulai lima tahun lalu.

Model berikutnya yang juga banyak dikirim ke luar negeri adalah Toyota Vios. Jumlahnya mencapai 28.450 unit. Disusul kemudian oleh Kijang Innova, si pintu geser Sienta, dan Toyota Yaris. Total ketiganya mencapai 10.700 unit.

pemandangan di sebuah pelabuhan jika banyak mobil Toyota sedang siap untuk diekspor melalui kapal besar

Total ketiganya mencapai 10.700 unit

Selain model-model diatas, masih ada model Toyota yang lain yang juga diekspor ke mancanegara dalam bentuk utuh, yaitu Avanza, Rush, Agya (Wigo), dan Town/Lite Ace. Jumlahnya mencapai 82.700 unit secara keseluruhan.

Yang membedakan antara model-model terakhir dengan model sebelumnya, kalau model sebelumnya yakni Fortuner, Innova, Sienta dan Yaris adalah murni diproduksi oleh Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Sementara model-model selain itu disuplai oleh pabrik Astra Daihatsu Motor.

>>> Baca juga, DAFTAR HARGA TOYOTA PADA TAHUN 2018

Menurut Warih Andang Tjahjono selaku Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), ada banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekspor Toyota ke mancanegara tahun 2017 lalu seperti kondisi ekonomi negara tujuan yang terus mengalami pertumbuhan, meningkatnya daya saing Indonesia di pasar global, regulasi pemerintah yang berpihak serta pembangunan infrastruktur yang terus tumbuh.

gambar menunjukkan sebuah mobil SUV Toyota Fortuner berwarna abu abu sedang diparkir di jalan

Dominasi SUV Toyota Fortuner menjadi satu bukti

Warih juga menuturkan kalau dominasi SUV Toyota Fortuner menjadi satu bukti kalau produk otomotif dalam negeri bisa berkompetisi dengan produk-produk negara lain guna memenuhi kebutuhan pasar global.

Lalu model sedan Vios yang tetap diproduksi dalam jumlah besar di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) juga menjadi satu hal yang sangat istimewa mengingat 97 persen dari total produksi Vios adalah untuk diekspor.

>>> Review mobil Toyota terbaru secara lengkap, silakan baca di sini

Di dalam negeri model sedan memang kurang digemari karena banyak faktor seperti harga yang mahal, nilai pajak yang tinggi serta kurang mengakomodasi keinginan masyarakat Indonesia yang mayoritasnya lebih suka mobil jenis MPV yang berkapasitas besar. Untuk hal yang satu ini, Toyota sudah mengatasinya dengan model mobil sejuta umat, Avanza yang selama ini merajai pasar mobil dalam negeri.

>>> Mungkin Anda tertarik, REVIEW TOYOTA FORTUNER 2016 INDONESIA

“Di sisi lain, model sedan Vios yang telah kami produksi secara lokal sejak tahun 2013 lalu, menjadi keistimewaan tersendiri karena 97 persen dari total produksinya ditujukan untuk pasar ekspor,” tutur Warih.

Tidak hanya mengekspor mobil-mobil dalam bentuk CBU, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) juga mengekspor kendaraan dalam bentuk Completely Knock Down (CKD) atau terurai yang jumlahnya mencapai 47.600 unit serta berbagai jenis mesin, seperti :

  • Mesin utuh tipe TR berbahan bakar bensin. Jumlahnya sebanyak 123.200 unit,
  • Mesi TR berbahan bakar etanol. Jumlahnya sebanyak 5.700 unit,
  • Mesin utuh tipe NR berbahan bakar bensin. Jumlahnya sebanyak 93.300 unit, dan
  • Mesin NR berbahan bakar etanol. Jumlahnya mencapai 3.700 unit.

gambar menunjukkan tiga mobil sedan Toyota berwarna putih sedang berkendara di dalam kapal untuk siap diekspor

Kondisi perekonomian global juga diharapkan bisa tumbuh lebih baik

Tahun 2018 ini, TMMIN berharap ekspor Toyota semua model kendaraan baik itu yang CBU, CKD maupun ekspor mesin berbagai tipe bisa meningkat. Kalaupun tidak bisa, paling tidak penjualan ke luar negeri bisa sama dengan tahun 2017 lalu. Kondisi perekonomian global juga diharapkan bisa tumbuh lebih baik karena itu menjadi faktor penting bergairahnya pasar dunia serta meningkatnya pasar ekspor buat Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Kita tunggu saja.

>>> Klik di sini untuk mengupdate berita mobil terbaru!

Share This:

Mungkin Anda mau membaca

International