Beberapa Tips Menjaga Emisi Gas Buang Mobil Agar Lolos Uji Emisi

13/01/2021 Abdul Tips & trik mobil

Warga DKI Jakarta mendapatkan kabar yang mengagetkan dan juga menarik untuk dibahas. Adapun kabar tersebut adalah mengenai kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kewajiban kendaraan untuk melakukan uji emisi gas buang. Pengujian tersebut ditujukan pada kendaraan dengan umur lebih dari 3 tahun. Namun jangan khawatir, karena kali ini kami akan memberikan tips menjaga emisi gas buang mobil supaya bisa lolos uji emisi.

Kebijakan tentang uji emisi gas buang terdapat dalam Pergub (Peraturan Gubernur) Nomor 66 tahun 2020 tentang uji emisi gas buang kendaraan bermotor. Jadi tidak hanya ditujukan pada mobil saja, namun semua kendaraan baik itu sepeda motor juga perlu melakukan uji emisi. Nah bagi mobil, menjaga emisi gas buang mobil diperlukan.

Gambar ini menunjukkan uji emisi gas buang di Auto2000

Uji emisi dapat dilewati dengan mudah jika mobil terawat dengan baik

>>> Baca Juga, Andalkan Aplikasi, Memilih Bengkel Online Dengan Mudah Merawat Mobil

Adapun tujuan peraturan yang ditetapkan oleh Pemprov DKI adalah untuk menekan tingkat polusi udara yang cukup mengkhawatirkan. Bagi pemilik kendaraan yang tidak melakukan uji emisi atau tidak lolos akan ada sanksi berat yang menantinya.

Berikut ini beberapa tips menjaga emisi gas buang mobil supaya dapat terkontrol dengan sangat baik sehingga akan mudah lolos saat uji emisi gas buang.

1. Melakukan Perawatan Secara Berkala

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah perawatan. Merawat mobil dilakukan secara berkala, tidak hanya ganti oli saja, namun melakukan tune up juga diperlukan. Tujuannya supaya kondisi mesin tetap optimal. Pengecekan komponen mesin juga diperlukan dari mulai busi sampai sensor pada mobil. Nah bila Sobat merawat kendaraan di bengkel resmi secara teratur sesuai rekomendasi maka mobil akan tetap dalam kondisi prima dan tidak perlu khawatir soal uji emisi gas buang.

2. Melakukan Carbon Clean

Saat pembakaran di mesin mobil terjadi bisa menimbulkan karbon yang menempel di bagian kepala silinder. Nah karbon ini akan semakin banyak seiring pemakaian kendaraan yang bisa membuat kompresi meningkat yang dapat membuat suara ngelitik muncul atau detonasi. Jika sudah begitu bisa membuat performa mobil jadi terganggu dan meningkatnya emisi gas buang.

Solusinya adalah dengan melakukan carbon clean. Sobat bisa melakukannya di bengkel atau dilakukan sendiri di rumah memakai cairan carbon cleaner. Pada umumnya untuk biaya jasanya adalah sekitar Rp. 250 ribuan dan minimal dilakukan setahun sekali untuk idealnya.

>>> Ingin membeli mobil bekas terbaik di pasaran? Dapatkan informasinya di sini

Gambar ini menunjukkan pemberian carbon claner pada mesin

Carbon pada kepala silinder bisa dibersihkan dengan carbon clean

>>> Baca Juga, Terdapat Keuntungan Merawat Mobil Di Bengkel Resmi, Apa Saja Itu?

3. Mengecek Injektor Untuk Mesin Diesel

Tips menjaga emisi gas buang mobil selanjutnya adalah cek injektor mesin diesel. Mesin diesel mempunyai injektor baik pada mesin common rail ataupun konvensional. Fungsi injektor adalah menyemprotkan bbm ke bagian ruang bakar dengan tekanan tinggi. Bagian ini beresiko tersumbat oleh sulfur ataupun kotoran yang masuk bersamaan dengan solar. Jika sudah begitu penyemprotan jadi tidak maksimal yang membuat boros bahan bakar, emisi gas buang melonjak, muncul asap hitam dan performa jadi menurun.

Jadi melakukan pembersihan pada bagian injektor memang diperlukan. Untuk caranya sendiri ada beberapa seperti dengan mengandalkan cairan injector cleaner atau dengan cara purging sampai mengandalkan alat ultrasonik. Namun nantinya setelah pengecekan akan ditangani dengan cara yang bervariasi karena disesuaikan dengan kondisinya.

4. Cek Knalpot

Knalpot merupakan saluran pembuangan paling akhir pada kendaraan. Jadi bagian inilah yang menjadi penentu akhir dari performa mesin mobil, kadar dari emisi gas buang dan efisiensi bahan bakar. Knalpot sendiri rentan mengalami kebocoran atau keropos yang yang membuat sirkulasi gas buang jadi berkurang. Jika sudah begitu maka emisi gas buang meningkat, boros BBM dan performa mesin menurun.

Oleh sebab itu pengecekan pada bagian knalpot diperlukan. Apabila ada kebocoran segera dilakukan perbaikan, jangan lupa pula cek bagian catalytic converter yang mempunyai fungsi untuk menyaring gas yang berbahaya. Untuk letaknya berada di bagian pipa knalpot, apabila tersumbat bisa membuat emisi gas buang meningkat.

>>> Klik di sini untuk mengetahui informasi tentang review Mobil terlengkap

Gambar ini menunjukkan knalpot mobil

Cek beberapa komponen termasuk knalpot pastikan tidak bocor atau keropos

5. Cek Karburator Dan Pengapian Pada Pengguna Mobil Retro

Mobil retro atau kendaraan yang produksinya dilakukan tahun 1990 ke bawah biasanya masih mengandalkan karburator. Agar dapat lolos ketika melakukan uji emisi gas buang maka pengecekan perlu dilakukan. Cek kondisi karburator seperti pada throttle valve atau spuyer. Lakukan juga penyetingan yang tepat agar dapat membuat bbm lebih efisien, performa baik dan lolos saat uji emisi gas buang. Cek juga bagian CDI, kondensor, platina yang merupakan komponen pengapian.

Itulah informasi terkait tips menjaga emisi gas buang mobil. Semoga bisa bermanfaat dan dapat lolos saat melakukan uji emisi sehingga bisa melakukan aktifitas kembali dengan lancar tanpa perlu mobil baru.

>>> Klik di sini untuk mengupdate tips dan trik otomotif terbaru lainnya!

Share This:

Mungkin Anda mau membaca

International