Beberapa Fitur Pada Teknologi Honda Sensing Pada Mobil Honda

14/09/2021 Abdul Tips & trik mobil

Teknologi Honda Sensing mengedepankan kenyamanan. Adanya fitur ini untuk memberikan bantuan kepada pengendara selama dalam perjalanan.

Keselamatan berkendara menjadi salah satu hal yang diperhatikan oleh pabrikan mobil. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya fitur keselamatan mumpuni diberikan di dalam mobil. Salah satunya pabrikan Honda dengan menghadirkan teknologi Honda Sensing.

Meskipun begitu, Honda Sensing tidak untuk mencegah saat terjadi kecelakaan. Akan tetapi membuat resiko terjadi kecelakaan berkurang. Hal tersebut diungkapkan oleh Yusak Billy selaku Business Innovation and Sales & Marketing PT Honda Prospect Motor saat usai melakukan perilisan produk Honda CR-V secara virtual.

Gambar ini menunjukkan mobil sedan Honda Accord tampak samping

Saat ini ada 3 model yang dibekali Honda Sensing

"Honda Sensing itu bukan untuk mencegah adanya kecelakaan. Tapi bisa mengurangi risiko terjadi kecelakaan. Dan fitur ini juga bergantung pada pengemudinya. Lalu fitur keselamatan itu semua harus sesuai dengan buku pedoman serta bagaimana merawatnya agar hal itu bisa berfungsi dengan baik," ungkapnya.

Teknologi Honda Sensing

Pada Honda Sensing terdapat beberapa fitur di dalamnya sehingga resiko kecelakaan dapat berkurang. Pengendara diharapkan tetap waspada dan mengutamakan keselamatan ketika berkendara. Dimana untuk produk Honda yang menggunakan teknologi ini adalah Honda CR-V, Honda Odyssey dan Honda Accord. Berikut ini merupakan beberapa fitur dalam Honda Sensing:

>>> Fungsi Fitur Trip Meter Pada Mobil, Mengemudi Lebih Tenang Dan Nyaman

1. CBMS (Collision Mitigation Braking System)

Untuk penjelasan mudahnya adalah fitur ini mempunyai fungsi untuk mencegah tabrakan dari arah depan. Adapun cara kerjanya dengan mengandalkan sensor yang ditempatkan pada bagian kaca depan dan grill supaya objek yang berasal dari arah berlawanan dapat terdeteksi.

Apabila akan terjadi tabrakan maka pengemudi akan diingatkan untuk mengerem dengan melalui sinyal yang berada di instrument cluster. Seluruh kendali tetap pada pengemudi mobil, jadi fitur ini dirancang supaya tingkat kekerasan tabrakan bisa berkurang.

Gambar ini menunjukkan fitur CMBS pada teknologi Honda Sensing

Adanya fitur yang diberikan untuk memberikan bantuan kepada pengemudi

2. ACC with LSF (Adaptive Cruise Control with Low-Speed Follow)

Fitur ini memberikan bantuan untuk menjaga kendaraan tetap stabil dan juga mengatur jarak dengan kendaraan di depan. Selain itu juga dapat mengurangi kecepatan dan membuat kendaraan berhenti tanpa perlu menginjak pedal rem mobil.

Namun bukan berarti fitur ini menggantikan pengemudi, namun hanya memberikan bantuan saja. Bahkan saat mobil di depan yang terdeteksi menepi maka kecepatan mobil akan kembali saat dilakukan penyetelan dari awal.

>>> Ini Dia Fitur Mumpuni Honda CR-V Generasi Kelima Bikin Konsumen Terpikat

3. LKAS (Lane Keeping Assist)

Dengan adanya fitur ini dapat memberikan bantuan pada pengemudi dalam menjaga mobilnya supaya bisa tetap berada di jalur yang telah terdeteksi. Kemudian saat keluar jalur maka sinyal akan diberikan berupa getaran dan juga visual.

Fitur ini hanya lah untuk kenyamanan dan tidak ditujukan sebagai pengganti kontrol mobil. Apabila tangan diangkat dari setir maka tidak akan bekerja.

Gambar ini menunjukkan fitur LKAS pada teknologi Honda Sensing

Pengendara tetap memegang kendali pada mobil, adanya fitur hanya memberikan bantuan

4. RDM (Road Departure Mitigation)

Fitur ini dapat menjaga dan memberikan bantuan pada saat kemungkinan mobil keluar dari jalur terdeteksi. Namun sistem ini juga ada batasnya, pada saat terlalu percaya dengan sistem RDM ini mungkin bisa berujung terjadi hal yang tidak diinginkan.

Oleh sebab itu pengemudi tetap menjadi kontrol utama dalam mengendalikan kendaraan. Pengemudi harus tetap menjaga supaya mobil tetap berada di jalur yang benar.

5. Auto High-Beam Headlights (AHB)

Fitur terakhir pada teknologi Honda Sensing adalah AHB. Pada saat mobil dikemudikan dengan kecepatan di atas 40 km/jam dan posisi tuas lampu ditempatkan pada Auto, maka secara intuitif lampu berganti antara lampu besar (jauh) dan  lampu normal. Hal tersebut disesuaikan dengan situasi saat berada di jalan.

Untuk kinerjanya mengandalkan sensor, jadi ketika terlalu gelap dan terdeteksi oleh sensor maka lampu jauh akan aktif secara otomatis. Namun ketika ada cahaya dari kendaraan lain yang berasal dari arah berlawanan maka lampu akan kembali ke posisi normal.

>>> Terus ikuti tips dan trik seputar mobil hanya di Hargamobil.com

Share This:

Mungkin Anda mau membaca

International