2 Sistem Transaksi Di Jalan Tol, Apa Itu?

05/09/2020 Abdul Tips & trik mobil

Terdapat perbedaan sistem transaksi di jalan tol sebagai informasi tambahan buat para pengendara. Mungkin yang sudah biasa melewatinya sudah paham akan hal tersebut. Namun bagi yang baru memiliki mobil dan ingin mencoba melewati jalan tol maka akan timbul pertanyaan terkait hal tersebut.

Jalan tol kali ini sudah mengandalkan transaksi non tunai. Jadi pengendara yang ingin lewat jalan tol perlu mempunyai sebuah kartu  yakni e-Toll. Kartu tersebut bisa didapatkan dengan mudah melalui Alfamart, Indomaret, Alfamidi, Lawson, Gramedia dan Superindo. Selain itu, sejak penggunaan kartu, sistem transaksi di jalan tol terdapat 2 yakni tertutup dan terbuka.

Memang kedua sistem tersebut tidak dipedulikan oleh pengendara, hal tersebut tidak masalah karena memang tidak wajib. Jadi yang paling penting adalah punya kartu e-Toll dengan saldo yang cukup untuk membayar tol sampai ke gerbang tol yang dituju.

Gambar ini menunjukkan gerbang tol Banyumanik

Terdapat 2 sistem transaksi pada gerbang tol

>>> Baca Juga, Jangan Terlena Saat Melintasi Jalan Tol Lurus Dan Mulus

Perbedaan Sistem Transaksi Di Jalan Tol

1. Sistem transaksi terbuka

Untuk sistem ini pengendara melakukan pembayaran dengan menempelkan kartu e-Toll di gardu pertama ketika masuk gerbang tol. Ketika keluar tidak perlu melakukan pembayaran lagi karena sudah dibayar di awal. Adapun contoh jalan tol yang menggunakan sistem transaksi terbuka adalah jl. Tol Semarang ABC.

Di Jawa Tengah terdapat beberapa gerbang tol pembayaran utama meliputi GT Srondol, GT Tembalang, GT Gayamsari, GT Banyumanik, GT Jatingaleh 1, GT Muktiharjo (Kaligawe), GT Manyaran, GT Jatingaleh 2, GT Kalikangkung dan GT Krapyak 2. Dengan melalui GT (Gerbang Tol) manapun saat memasuki jalan Tol Semarang ABC maka pengendara akan dikenakan tarif secara langsung atau sistem transaksi terbuka.

Untuk jalan tol lain yang menggunakan sistem transaksi terbuka yaitu jalan Tol Surabaya-Gempol (sebagian), jalan Tol Palikanci (Palimanan-Kanci), jalan Tol Jakarta-Tangerang, Jalan Tol Jagorawi dan jalan Tol Dalam Kota (Cawang-Tomang-Cengkareng).

>>> Ingin membeli mobil bekas terbaik di pasaran? Dapatkan informasinya di sini

Ilustrasi sistem trasaksi terbuka pada gerbang tol

Struk jalan tol sistem transaksi terbuka

>>> Baca Juga, Mudah, Begini Cara Mengisi Kartu E-Toll

2. Sistem Transaksi Tertutup

Untuk sistem transaksi ini pembayaran dilakukan di gerbang tol terakhir saat ingin keluar jalan tol. Saat penempelan kartu di Gardu tol pertama hanya digunakan untuk membuka portal yang tersedia dan juga sebagai langkah untuk identifikasi kendaraan. Dalam proses Tap akan nampak saldo e-Toll dan belum dikurangi. Jika Sobat merasa saldonya kurang bisa mampir rest area untuk pengisian saldo sebelum keluar yang nantinya dikenai tarif yang diberlakukan.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Transaksi Di Jalan Tol Terbuka dan Tertutup

Untuk kelebihan sistem transaksi terbuka adalah pembayaran hanya dilakukan pertama kali dan saat keluar tidak perlu melakukan pemberhentian untuk pembayaran kembali. Kecuali saat tersambung dengan jalan tol lain yang menggunakan sistem transaksi tertutup, maka pengemudi perlu menempelkan kartu ke gardu kembali. Hal tersebut dilakukan untuk perhitungan kembali tarif jalan tol yang baru.

Pada sistem transaksi tertutup tarifnya lebih akurat antar gerbang tol. Bahkan pengendara bisa melakukan pengecekan melalui online sebelum melintasi jalan tol. Diharapkan sebelum perjalanan dengan mobil kesayangan dan berencana masuk jalan tol lebih baik mengecek saldo e-Toll dan pastikan cukup supaya tidak ada masalah dalam perjalanan terutama di gerbang tol ketika membayar.

>>> Klik di sini untuk mengetahui informasi tentang review Mobil terlengkap

Gambar ini menunjukkan sistem transaksi tertutup pada gerbang tol

Struk jalan tol sistem transaksi tertutup

Perlu diperhatikan, sistem transaksi di jalan tol model tertutup kartu e-Toll yang digunakan untuk menempelkan di gardu gerbang tol awal tidak boleh hilang. Bahkan ditukar dengan yang lain juga tidak boleh, resikonya adalah pengendara akan dianggap menerobos. Jika melanggar maka akan dikenakan sanksi berat yakni membayar tarif tol terjauh 2 kali lipatnya.

>>> Klik di sini untuk mengupdate tips dan trik otomotif terbaru lainnya!

Share This:

Mungkin Anda mau membaca

International